kembali terengap dengan sunyi
rasa yang kian menjalar dan membakar
dan bimbang yang mengguncang dan hampir meruntuhkan
aku adalah putra sunyi
dan menjebak kebahagiaanku pada sebuah kebimbangan yang dalam
diantara amukan massa yang menyerang istanaku
dan mendesak putriku menuju jalan berbatu kuning
aku adalah putra kesendirian
yang tak bisa lepas dengan penantian yang melelahkan
yang bermain dalam lubang kenestapaan tanpa sebuah naungan
aku bermimpi jadi ksatria langit
dan dalam mimpiku aku adalah kebenaran
namun pada akhirnya aku tetap jadi putra kesenyapan
yang melawan arus derainya airmata dari norma dan etika
jika putriku hilang dibawa arus
maka...
Sabtu, 23 Mei 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar